JU – PE

100

Oleh : Nestor Rico Tambunan

Entah apa dan bagaimana penilaian orang terhadap Julia Perez, yang hari ini diberitakan telah berpulang ke pangkuan Illahi, setelah beberapa lama dirawat karena menderita kanker. Tapi saya ingin cerita dua kesempatan saya bertemu dengannya.

Pertama, sekian tahun lalu, ketika saya mengunjungi sekolah akting yang dikelola lae Eka Sitorus, di Pancoran. Banyak muridnya, termasuk pemain-pemain yang sudah dikenal sebagai pemain sinetron. Salah satunya adalah gadis bertubuh seksi yang kelak terkenal sebagai Jupe. Waktu itu dia belum terkenal.

Ketika istirahat, dia mengambil sebuah kotak dari tempat ia meletakkan barang-barang. “Eh, aku bawa kue nih, ada yang mau?” teriaknya. Lalu ia mengedarkan kotak itu ke orang-orang yang ada dalam ruangan. Humble benar orang ini, pikir saya ketika itu.

Yang kedua, dia sudah terkenal sebagai selebriti. Saya mengunjungi lokasi syuting Nayato Fio Nuala, sutradara yang banyak memproduksi film horor. Saya lama bersahabat dengan Mas Nayato, dan dia selalu baik dengan saya, karena itu sering mengunjungi tempat syutingnya.

Sebuah mobil bagus berhenti di pintu pagar rumah tempat syuting. Pintu terbuka, dan Jupe turun membawa sebuah kotak. “Aku dataaaang…!” teriaknya dengan riang, sambil menggoyang-goyangkan dadanya yang ukurannya agak over itu. Semua kru dan pemain yang ada tertawa.

Ya, jujur, sebagai orang yang pernah terjun di film (penulis skenario dan pencatat script) saya cukup banyak juga bertemu artis. Ada yang sombong, ada yang jaim, ada yang biasa-biasa, ada yang aneh, macam-macam. Biasalah, banyak akting-aktingnya juga diluar kamera. Tapi Jupe, menurut saya orang yang cenderung rame, humble dan hangat dengan orang sekeliling kerjanya.

Ya, kembali, terserah apa dan bagaimana penilaian orang. Tapi saya ingin mengenang dia dari dua pengalaman di atas saja. Innalillahi wainnalilahirojiun. Selamat jalan, Julia Perez. Hidupmu yang melejit moncer, kemudian berakhir dengan sakit, mungkin akan memberi pelajaran bagi kami yang masih hidup. Semoga mendapat tempat yang terindah disisi Allah Mahapengasih. Amin.

Nestor Rico Tambunan adalah penulis skenario film, tulisan dikutip dari catatan statusnya di medsos.